Sunday, February 21, 2016

Investasi Bagi Pemula


Di jaman seperti saat ini semakin banyak penawaran - penawaran yang sangat menggiurkan bagi kita sebagai konsumen. Seperti Big Sale, Buy 1 Get 1, Coupon/Voucher, dan lainnya. Oleh karena itu kita sebagai Konsumen harus lebih cermat menggunakan uang yang kita miliki agar kita tidak menjadi konsumen yang konsumtif. Melainkan kita dapat menambahkan nilai uang yang kita miliki menjadi berlipat - lipat, untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat seperti yang akan saya bahas  "Mulailah BerInvestasi SeDini Mungkin"

Mengapa memulai berinvestasi sedini mungkin? dikarenakan dengan semakin kita memulai Berinvestasi diusia muda seperti SD maupun SMP, atau SMA akan semakin banyak uang yang kalian kumpulkan

Pernahkah kalian terbayang jika memiliki uang jajan dari Orang tua sebesar Rp 20.000,-/Hari dan kalian dapat menyisihkannya setengahnya yaitu Rp 10.000,-

Berapa Tabungan yang akan kalian miliki selama 1Bulan? Rp300.000,-/Bulan
Berapa Tabungan yang akan kalian miliki selama 1Tahun? Rp3.600.000,-/Tahun
Berapa Tabungan yang akan kalian miliki 6tahun? Rp 21.600.000,-

Bagaimana jika kalian memiliki uang jajan yang melebihi dari ilustrasi yang saya jelaskan disini? pastinya akan mendapatkan nilai yang lebih besar bukan?

Disini saya akan berbagi pengalaman saya mengenai Investasi yang Menguntungkan dan Aman!!!
Dimana kita pada usia Muda dapat memulai Berinvestasi/Menabung di Bank, mengapa saya sarankan di Bank? Karena di Bank Lembaga keuangan yang diawasi oleh OJK[Otoritas Jasa Keuangan]




Apa itu OJK[Otoritas Jasa Keuangan] adalah lembaga negara yang  berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. 

OJK merupakan lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. 

OJK didirikan untuk  pengaturan dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, dan menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.


Kembali ke hal Berinvestasi di Bank
Bank telah memberikan berbagai produk

  • Deposito
 Apabila Anda menginginkan persentase bunga dan tingkat mengembalian investasi yang lebih tingi, Anda bisa mencoba berinvestasi dengan produk deposito. Namun ada kekurangan investasi deposito ini Anda tidak leluasa untuk mengambil uang yang anda investasikan karena investasi ini hanya akan bisa diambil sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Untuk membuka investasi ini prosedurnya tidak jauh beda dengan membuka tabungan di Bank. Namun setoran awal yang diperlukan dana cukup besar yaitu sebesar Rp5.000.000. Setelah investasi awal Anda keluarkan untuk selanjutnya Anda pun dapat menyesuaikan dengan kemampuan finansial anda. Umumnya jenis investasi ini banyak dijalankan oleh para pelaku bisnis atau usaha menengah. Sebab permutaran jangka waktu yang telah ditepatkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pokok usaha mereka setiap tahunnya. Mereka juga memiliki prospek tersendiri kenapa memilih jenis investasi deposito.

Keuntungan Deposito

1.Bunga stabil
Bank biasanya memberikan bunga lebih tinggi untuk deposito dibandingkan dengan tabungan. Hal ini wajar, karena pemilik uang ‘menitipkan’ uangnya pada bank dalam jangka waktu tertentu dan tidak diambil selama waktu tersebut. Hal ini menyebabkan orang akan lebih tertarik menyimpan uangnya dalam bank dan bank pun bisa mengelola uang tersebut dan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak. Perbedaan suku bunga ini cukup besar, sebagai contoh di salah satu bank swasta di Indonesia, maksimum bunga tabungan adalah sebesar 2,05%, sementara untuk deposito rupiah dengan jangka waktu (tenor) satu bulan saja sudah mencapai 7,5%. Bunga tabungan pun biasanya akan habis untuk biaya administrasi, sedangkan jika didepositokan maka masih akan ada keuntungan yang bisa dinikmati. Bahkan di Bank Syariah pun, prinsip keuntungan yang lebih besar jika uang didepositokan tetap berlaku.
2. Pendapatan per tenor
Keuntungan selanjutnya jika mendepositokan uang ialah walaupun pemilik deposito tidak bisa sembarangan menarik uangnya, namun beberapa bank sudah memberikan kemudahan untuk bunga deposito agar dapat langsung ditransfer ke rekening yang diinginkan. Sehingga pemilik deposito memiliki pendapatan tetap dari bunga tersebut tiap tenornya.
3. Tingkat Risiko Sangat Rendah
Dibandingkan dengan menempatkan uang di pasar saham yang harganya terus berubah-ubah setiap menit, deposito menjanjikan investasi yang lebih aman. Pasar saham, bisnis properti, dan valuta asing, walaupun dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada deposito namun juga memiliki resiko yang lebih besar pula. Jika tidak pandai dalam memilih pasar yang aman, alih-alih mendapat keuntungan besar, bisa terjadi pula merugi dengan jumlah besar.
4. Dilindungi oleh LPS
Di Indonesia, terdapat lembaga yang melindungi hak-hak pendeposito, yaitu Lembaga Penjamin Simpanan. Namun syaratnya adalah bank yang melayani deposito harus tercatat sebagai anggotanya. Jika suatu waktu bank bangkrut, LPS menjamin dana hingga sebesar Rp2 Miliar dengan suku bunga maksimal 7,5%.


  •  Reksadana
 Reksadana merupakan surat-surat berharga sebagai bukti klaim atau aset. Reksadana bisa menjadi investasi Anda yang menguntungkan karena memiliki keunggulan. Keunggulan reksadana sendiri ada pada banyaknya pilihan yang dapat diambil investor untuk menanamkan uangnya, yaitu saham, obligasi, atau pasar uang. Anda sebagai investor tinggal memilih instrumen investasi yang paling cocok dengan resiko yang sanggup Anda tanggung.

Keuntungan Reksadana

1.Low Risk
Pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko.
Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portofolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika tidak memiliki dana besar. Dengan reksa dana, maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi.

2.Kemudahan
Reksa dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, di mana tidak semua pemodal memiliki pengetahuan tersebut.

3. Efisiensi waktu.
Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana di mana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.
  • Sukuk Ritel
Surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. Sukuk negara ritel memiliki imbalan tetap yang dibayarkan setiap bulan.

Keuntungan Investasi Sukuk Ritel 

1.Aman
 Dijamin oleh Negara sesuai dengan UU no 19 Tahun 2008 tentang surat berharga Syariah Negara dan  UU APBN, diaman setiap bulannya pemerintah wajib membayar imbalan serta membayar pokok pada saat surat berharga Syariah negara tersebut jatuh tempo.

2.Imbalan
Jumlah tetap[Fixed Coupon] sampai jatuh tempo yang akan dibayarkan setiap bulan.

3.Profit
Berpotensi memperoleh keuntungan atas kenaikan harga[Capital Gain] di perdagangan pasar sekunder.

4.Mudah
Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan di pasar sekunder[melalui mekanisme bursa ataupun luar bursa dan dicatat kan di Bursa Efek Indonesia[BEI]

Pilih Investasi Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Dengan mengetahui apa itu investasi dan apa saja manfaat yang bisa dapat Anda dapatkan, tentu akan dapat membantu Anda dalam memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Mengingat investasi jangka panjang tidak hanya dapat menjadi tabungan Anda di masa depan, namun juga dapat digunakan sebagai penambah penghasilan Anda nantinya, mulailah berinvestasi sejak dini. Gunakan kelebihan dana yang Anda miliki untuk berinvestasi

Investasi Sukuk Negara Ritel



Halo semua generasi muda saat ini,mari kita memiliki pengetahuan dan memahai arti Investasi untuk masa depan.  Pada tahun ini pemerintah kembali menerbitkan surat berharga negara berbasis syariah, yaitu Sukuk Negara Ritel dengan seri SR-008. Dan,banyak Bank - Bank baik  yang dipercaya menjadi  agen penjual investasi berbasis syariah tersebut.
Semua Warga Negara Indonesia berhak membeli sukuk ritel melalui agen penjual.
Bagi yang belum begitu paham,  akan saya jelaskan sebaik mungkin agara kita sama - sama belajar Berinvestasi

Sukuk Negara Ritel

Sukuk Negara Ritel adalah Surat Berharga Negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip Syariah, Mengingat prinsip syariah yang mengharamkan riba, pada sukuk juga tidak dikenal bunga atau kupon seperti pada ORI, melainkan Imbal Hasil.Mekanisme ini pun telah mendapatkan fatwa kesesuaian dengan prinsip Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia.
Secara teknis, SR-008 diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia.
SR-008 akan ditawarkan secara resmi ke publik dari 19 Februari s/d 4 Maret 2016.

Pemerintah menetapkan nilai nominal per unit sukuk senilai Rp1.000.000, dengan minimum pemesanan adalah Rp5.000.000 dan pembelian harus dilakukan dalam kelipatan Rp5.000.000.
Selain itu, untuk setiap nasabah, pembelian SR-008 di pasar perdana dibatasi maksimum Rp5.000.000.000.
Besarnya tingkat imbalan untuk SR-008 sendiri telah diumumkan Pemerintah sebesar 8.3 persen (tetap) per tahun.

 
Apa saja keuntungan berinvestasi di Sukuk Negara Ritel seri SR-008?

  • Dapat dijelaskan, sebagian dari kelebihan investasi SR-008 adalah adanya jaminan imbalan dan pokok investasi kita melalui Undang-Undang. Selain itu, saat diterbitkan di pasar perdana, imbalan yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.
  • Kelebihan lainnya, besaran imbalan tetap sampai pada waktu jatuh tempo dan dibayarkan setiap bulan ke rekening peserta investor. Sebagai instrumen investasi, SR-008 juga berpotensi mendapatkan keuntungan (capital gain) serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
  • Yang tidak kalah penting, dengan berinvestasi di SR-008, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk ikut mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Selain itu, investor mendapatkan akses untuk beraktivitas di pasar keuangan dengan cara dan metode yang sesuai dengan prinsip syariah.

  Tips Mengatasi Resiko dalam berinvestasi Sukuk Ritel 

Tak beda dengan instrumen investasi lainnya, Selain potensi keuntungan berinvestasi di SR-008 juga ada potensi atau risiko kerugian, diantaranya  risiko pasar, risiko likuiditas dan risiko gagal bayar.
Apa yang harus dilakukan ketika terjadi gejolak pasar yang mengakibatkan turunnya harga jual SR-008 Jangan panik, tetap simpan sampai jatuh tempo karena investor tetap mendapatkan imbalan setiap bulannya sampai jatuh tempo. Dan harga SR-008 akan kembali ke Harga Perdana (100%) pada saat jatuh tempo. Jika ingin menjual SR-008 sebelum jatuh tempo, juallah pada saat harga pasar (harga jual) lebih tinggi dari harga pembelian.


Ilustrasi Perhitungan Sukuk Negara Ritel
Contoh Kasus 1
Investor XX membeli Sukuk Ritel dipasar perdana pada tanggal  4 Maret 2016 sebesar Rp 10.000.000,- dengan imbalan 8.3% per tahun dan tidak dijual sampai dengan jatuh tempo pada 4 Maret 2019 [3Tahun] Hasil yang didapat :

-Imbalan perbulan [Sebelum PPN 15%] Rp 10.000.000,- x 8.3% x 1/12      = Rp 69.166,-
-Imbalan perbulan [Sesudah PPN 15%] Rp 69.166 - 15%                            = Rp 58.791,-
-Pendapatan imbalan yang diperoleh       Rp 58.791,- x 36 bulan                   = Rp 2.116.476,-
 Investor XX sampai dengan jatuh tempo
 (3 tahun)
-Prinsipal yang diterima Investor XX      Rp 10.000.000,- x 100%                 = Rp 10.000.000,-
  pada saat jatuh tempo
-Total pendapatan yang diterima oleh     Rp 10.000.000,- + Rp 2.116.476,-  = Rp 12.116.476,-
  Investor XX selama memegang SR

Contoh kasus 2
Investor ZZ membeli SR di pasar perdana pada tanggal 04 Maret 2016 sebesar
Rp. 10.000.000,- dengan imbalan 8,3% per tahun dan menjualnya pada tanggal
07 Maret 2017 atau setelah menyimpan SR tersebut selama 1 tahun + 3 hari. Harga
penjualan SR dipasar sekunder adalah 102%. Hasil yang diperoleh adalah:

-Imbalan periode berjalan selama          Rp 10.000.000,-  x 8.3%x 3/31  x 1/12   = Rp 6.693,-
  3 hari (04 sd 07 Maret 2017
  sebelum Pph 15%)
-Imbalan periode berjalan selama          Rp 6.693  - 15%                                     = Rp 5.689,-
 3 hari (04 sd 07 Maret 2017;
 setelah Pph 15%)
-Imbalan per bulan (sebelum Pph 15%) Rp 10.000.000 x 8.3% x 1/12                 = Rp 69.166,-
-Imbalan per bulan (setelah Pph 15%)   Rp 69.166 - 15%                                    = Rp 58.791,-
-Pendapatan imbalan yang diperoleh
 Investor ZZ selama 1 tahun + 3 hari      Rp5.689,- + (Rp 58.791,- x 12)              = Rp 771.181,-
-Prinsipal yang diterima Investor ZZ       Rp 10.000.000,- x 102%                        = Rp 10.200.000,-
 pada saat menjual di pasar sekunder
Capital Gain (sebelum Pph 15%)           Rp10.200.000,- - Rp 10.000.000,-         = Rp 200.000,-
Capital Gain (setelah Pph 15%)             Rp 200.000 - 15%                                  = Rp 170.000
-Pendapatan yang diterima oleh             Rp 771.181,- + Rp 170.000,-                  = Rp 941.181,-
 Investor ZZ selama memegang SR
Total hasil penjualan di pasar sekunder  Rp 941.181,- + Rp 10.000.000 = Rp 10.941.181,-

Contoh Kasus 3
Investor YY membeli SR di pasar perdana pada tanggal 04 Maret 2016 sebesar
Rp. 10.000.000,- dengan imbalan 8.3% per tahun dan menjualnya pada tanggal
07 Maret 2017 atau setelah menyimpan SR tersebut selama 1 tahun + 3 hari. Harga
penjualan SR dipasar sekunder adalah 98%. Hasil yang diperoleh adalah :

-Imbalan periode berjalan selama           Rp 10.000.000,-  x 8.3%x 3/31  x 1/12   = Rp 6.693,-
 3 hari (04 sd 07 Maret 2016;
 sebelum Pph 15%)
-Imbalan periode berjalan selama           Rp 6.693  - 15%                                     = Rp 5.689,-
 3 hari (04 sd 07 Maret 2014;
 setelah Pph 15%)
-Imbalan per bulan (sebelum Pph 15%)   Rp 10.000.000 x 8.3% x 1/12                = Rp 69.166,-
- Imbalan per bulan (setelah Pph 15%)    Rp 69.166 - 15%                                   = Rp 58.791,-
-Pendapatan imbalan yang diperoleh        Rp5.689,- + (Rp 58.791,- x 12)            = Rp 771.181,-
  Investor YY selama 1 tahun + 3 hari
-Prinsipal yang diterima Investor Z           Rp 10.000.000,- x 98%                         = Rp 9.800.000,-
 pada saat menjual di pasar sekunder
-Capital Loss(Tidak dikenakan pajak)     Rp 9.800.000,- - Rp 10.000.000,-         = Rp (200.000),-
 -Pendapatan yang diterima oleh              Rp 771.181,-+ Rp (200.000),-               = Rp 571.181,-
  Investor YY selama memegang SR
Total hasil penjualan di pasar sekunder     Rp 571.181,- + Rp 10.000.000,-           = Rp10.571.181,-


Note: Bayangkan Berapa Besar keuntungan jika Nilai Investasi yang kalian simpan dalam jumlah Besar!! Jangan Menunda waktu karena Waktu tidak dapat kembali.
Salam Sukses bagi kita Semua

 Pilih Investasi Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Dengan mengetahui apa itu investasi dan apa saja manfaat yang bisa dapat Anda dapatkan, tentu akan dapat membantu Anda dalam memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Mengingat investasi jangka panjang tidak hanya dapat menjadi tabungan Anda di masa depan, namun juga dapat digunakan sebagai penambah penghasilan Anda nantinya, mulailah berinvestasi sejak dini. Gunakan kelebihan dana yang Anda miliki untuk berinvestasi